1. Artikel Manajemen Global
Marketing
Global Marketing
Tujuan pemasaran adalah untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan, sedangkan tujuan bisnis adalah mendapatkan dan mempertahankan pelanggan untuk memperoleh
keuntungan dengan pemenuhan kebutuhannya. Itu adalah prinsip dasar sebuah perniagaan. Bisnis
ingin selalu berkembang, dengan melakukan penjualan sebanyak-banyaknya. Namun,
produksi selalu diimbangi dengan kebutuhan pasar, jika produksi melebihi kebutuhan
pasar maka perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan tetapi malah sebaliknya.
Oleh karena itu, perusahaan selalu mencari ladang baru untuk memasarkan produk
mereka. Tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan melebarkan sayapnya dengan mentargetkan
global market yang lebih luas. Alasan-alasan perusahaan melakukan ekspansi global
biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya:
- Oportunistik perkembangan pasar global (diverifikasi pasar)
- Kepuasan pelanggan di luar negeri
- Mengejar diversifikasi geografis(iklim,topografi,ruang,dll)
- Pemanfaatan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berbeda (skala dan ruang lingkup)
- Pemanfaatan perbedaan siklus hidup produk (teknologi)
- Mengejar pasar potensial diluar negeri
- Globalisasi untuk pertimbangan sikap
- Mengejar logika global atau imperatif (pasar baru dan keuntungan)
- Persaingan pasar lokal yang terlalu kuat
- Oportunistik perkembangan pasar global (diverifikasi pasar)
- Kepuasan pelanggan di luar negeri
- Mengejar diversifikasi geografis(iklim,topografi,ruang,dll)
- Pemanfaatan tingkat pertumbuhan ekonomi yang berbeda (skala dan ruang lingkup)
- Pemanfaatan perbedaan siklus hidup produk (teknologi)
- Mengejar pasar potensial diluar negeri
- Globalisasi untuk pertimbangan sikap
- Mengejar logika global atau imperatif (pasar baru dan keuntungan)
- Persaingan pasar lokal yang terlalu kuat
Untuk
menacpai keberhasilan dalam global marketing, perusahaan perlu melakukan
global market research dan menerapkan global marketing strategy yang tepat berdasarkan
hasil penelitian yang akurat.
global market research dan menerapkan global marketing strategy yang tepat berdasarkan
hasil penelitian yang akurat.
Global
Market Research
Global market research merupakan upaya terorganisir untuk mengumpulkan informasi global tentang
Global market research merupakan upaya terorganisir untuk mengumpulkan informasi global tentang
pasar, kebutuhan pelanggan dan
persaingan. Penelitian pasar global adalah komponen yang sangat penting dari strategi
bisnis untuk memperluas upaya pemasaran
perusahaan
secara global. Riset pasar merupakan faktor kunci untuk mendapatkan keuntungan
dan mengetahui tindak tanduk pesaing, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi
hambatan-hambatan yang mungkin akan menerpanya. Riset pasar menyediakan
informasi penting untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan pasar,
ukuran pasar dan persaingan. Ada dua jenis utama dari riset pasar. Dibagi ke
dalam penelitian primer dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif dan
penelitian sekunder. Untuk memulai sebuah bisnis, khususnya global marketing,
ada beberapa hal penting yang harus diketahui oleh perusahaan sebelum go
internasional:
1. Informasi
Pasar
Melalui informasi pasar, perusahaan
dapat mengetahui harga komoditi yang berbeda di pasar, serta situasi penawaran dan permintaan.
Informasi tentang pasar dapat diperoleh dari sumber yang berbeda, varietas dan format,
serta sumber dan varietas yang harus diperoleh untuk membuat karya bisnis.
2. Segmentasi
Pasar
Segmentasi pasar adalah pembagian pasar atau populasi ke dalam sub kelompok dengan motivasi yang sama. Hal ini banyak digunakan untuk segmentasi pada perbedaan geografis, perbedaan kepribadian, perbedaan demografi, perbedaan technographic, penggunaan perbedaan produk, perbedaan psikografis dan perbedaan gender.
Segmentasi pasar adalah pembagian pasar atau populasi ke dalam sub kelompok dengan motivasi yang sama. Hal ini banyak digunakan untuk segmentasi pada perbedaan geografis, perbedaan kepribadian, perbedaan demografi, perbedaan technographic, penggunaan perbedaan produk, perbedaan psikografis dan perbedaan gender.
3. Tren
Pasar
Tren pasar adalah gerakan ke atas atau ke bawah dari pasar, selama jangka waktu tertentu. Ukuran pasar lebih sulit diperkirakan jika kondisi pasar relatif baru. Dalam hal ini, perusahan harus memfokuskan pada jumlah dari pelanggan potensial, atau segmen pelangganpada pasar global.
Tren pasar adalah gerakan ke atas atau ke bawah dari pasar, selama jangka waktu tertentu. Ukuran pasar lebih sulit diperkirakan jika kondisi pasar relatif baru. Dalam hal ini, perusahan harus memfokuskan pada jumlah dari pelanggan potensial, atau segmen pelangganpada pasar global.
Perkembangan
Global Marketing Research
Salah satu bisnis yang saat ini sedang “naik daun” adalah bidang riset pemasaran (marketing research). Hal ini disebabkan keadaan pasar yang selalu dinamis menuntut para pelaku pasar untuk selalu melakukan riset. Dengan marketing research, kita dapat menyelidiki posisi merek kita di pasar, mengetahui selera atau kepuasan konsumen, ataupun mengurangi risiko kegagalan ketika mengeluarkan produk baru. Market Research terdahulu menyatakan bahwa tingkat pembelian tergantung dari household expenditures. Namun, sekarang hal tersebut tidak dapat menjadi patokan lagi. Semakin bervariasinya jenis produk dan tingkat kemampuan beli yang beragam dari para konsumen menjadikan riset pemasaran semakin diperlukan. Perkembangan marketing research tidak hanya dari sisi pasarnya, dari sisi metode riset yang digunakannya pun ikut berkembang. Sejak internet telah menjadi bagian dari aktivitas kehidupan sehari-hari, online survey telah menjadi tren bagi semua biro riset global. Sekarang perkembangan mutakhir dalam metode riset pemasaran adalah apa yang dikenal dengan etnografi. Etnografi adalah metode riset yang menggunakan observasi langsung terhadap kegiatan manusia dalam konteks sosial dan budaya sehari-hari. Etnografi berusaha mengetahui kekuatan-kekuatan apa saja yang membuat manusia melakukan sesuatu. Karena alasan itulah metode etnografi ini mulai dilirik dunia bisnis riset konsumen untuk membantu mengungkapkan keinginan konsumen terdalam—yang sering tidak bisa didapatkan dari metode riset konsumen lainnya seperti survei atau focus group. Baik di tingkat global maupun nasional, industri jasa di bidang riset pemasaran terus berkembang seiring dengan semakin tingginya kompetisi pasar dewasa ini. Berdasarkan data dari Esomar yang dimuat diMarketing News edisi Juli 2008, pasar global untuk marketing research tumbuh 5%; dari 23,43 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2005 menjadi 24,62 miliar dolar AS.
Salah satu bisnis yang saat ini sedang “naik daun” adalah bidang riset pemasaran (marketing research). Hal ini disebabkan keadaan pasar yang selalu dinamis menuntut para pelaku pasar untuk selalu melakukan riset. Dengan marketing research, kita dapat menyelidiki posisi merek kita di pasar, mengetahui selera atau kepuasan konsumen, ataupun mengurangi risiko kegagalan ketika mengeluarkan produk baru. Market Research terdahulu menyatakan bahwa tingkat pembelian tergantung dari household expenditures. Namun, sekarang hal tersebut tidak dapat menjadi patokan lagi. Semakin bervariasinya jenis produk dan tingkat kemampuan beli yang beragam dari para konsumen menjadikan riset pemasaran semakin diperlukan. Perkembangan marketing research tidak hanya dari sisi pasarnya, dari sisi metode riset yang digunakannya pun ikut berkembang. Sejak internet telah menjadi bagian dari aktivitas kehidupan sehari-hari, online survey telah menjadi tren bagi semua biro riset global. Sekarang perkembangan mutakhir dalam metode riset pemasaran adalah apa yang dikenal dengan etnografi. Etnografi adalah metode riset yang menggunakan observasi langsung terhadap kegiatan manusia dalam konteks sosial dan budaya sehari-hari. Etnografi berusaha mengetahui kekuatan-kekuatan apa saja yang membuat manusia melakukan sesuatu. Karena alasan itulah metode etnografi ini mulai dilirik dunia bisnis riset konsumen untuk membantu mengungkapkan keinginan konsumen terdalam—yang sering tidak bisa didapatkan dari metode riset konsumen lainnya seperti survei atau focus group. Baik di tingkat global maupun nasional, industri jasa di bidang riset pemasaran terus berkembang seiring dengan semakin tingginya kompetisi pasar dewasa ini. Berdasarkan data dari Esomar yang dimuat diMarketing News edisi Juli 2008, pasar global untuk marketing research tumbuh 5%; dari 23,43 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2005 menjadi 24,62 miliar dolar AS.
Global
Marketing Strategy
Menentukan global marketing strategy yang efektif telah menjadi fokus dari banyak perdebatan dan entri jurnal penelitian selama beberapa dekade terakhir. Globalisasi menuntut perusahaan untuk merespon dengan cepat dalam setiap perubahan lingkungan, baik internal maupun eksternal. Upaya pemasaran pada skala global dilakukan melalui pendekatan berbagai strategi. Salah satu tantangan terbesar bagi sebuah perusahaan saat ini adalah kurangnya kesesuaian mendefinisikan global marketing strategy dan kurangnya kriteria terukur untuk penentuan keberhasilan (Kaustin, 1994) sehingga perusahaan kesulitan untuk menerapkan global marketing strategy yang tepat. Zou dan Cavusgil (2002) mencatat ada tiga persepektif dalam global markrting strategy yakni: integrasi, konfigurasi-koordinasi, dan standardisasi. Namun, penelitian Karuppur (1994) menyarankan tiga strategi dengan penggabungan terminologi yang berbedararkan standardisasi, multi-domestik, dan berbagai strategi yang menggabungkan antara keduanya. Kaustin (1994) selanjutnya membagi strategi pemasaran global ke dalam dua pilihan: strategi pemasaran yang dimodifikasi dan strategi pemasaran produk standar. Sebuah strategi pemasaran global yang standar, yang dianggap sebagai strategi yang paling berpengaruh (Zou dan Cavusgil, 2002; Karuppur, 1994), adalah salah satu yang menyediakan pendekatan standar untuk pemasaran, branding, dan pengembangan produk pada tingkat global. Diantaranya :
Menentukan global marketing strategy yang efektif telah menjadi fokus dari banyak perdebatan dan entri jurnal penelitian selama beberapa dekade terakhir. Globalisasi menuntut perusahaan untuk merespon dengan cepat dalam setiap perubahan lingkungan, baik internal maupun eksternal. Upaya pemasaran pada skala global dilakukan melalui pendekatan berbagai strategi. Salah satu tantangan terbesar bagi sebuah perusahaan saat ini adalah kurangnya kesesuaian mendefinisikan global marketing strategy dan kurangnya kriteria terukur untuk penentuan keberhasilan (Kaustin, 1994) sehingga perusahaan kesulitan untuk menerapkan global marketing strategy yang tepat. Zou dan Cavusgil (2002) mencatat ada tiga persepektif dalam global markrting strategy yakni: integrasi, konfigurasi-koordinasi, dan standardisasi. Namun, penelitian Karuppur (1994) menyarankan tiga strategi dengan penggabungan terminologi yang berbedararkan standardisasi, multi-domestik, dan berbagai strategi yang menggabungkan antara keduanya. Kaustin (1994) selanjutnya membagi strategi pemasaran global ke dalam dua pilihan: strategi pemasaran yang dimodifikasi dan strategi pemasaran produk standar. Sebuah strategi pemasaran global yang standar, yang dianggap sebagai strategi yang paling berpengaruh (Zou dan Cavusgil, 2002; Karuppur, 1994), adalah salah satu yang menyediakan pendekatan standar untuk pemasaran, branding, dan pengembangan produk pada tingkat global. Diantaranya :
1. Global
Marketing Strategy Terpadu
Perusahaan, seperti Coca Cola,
memanfaatkan strategi ini, di mana sebagian unsur dari
strategi pemasaran, seperti strategi
komunikasi, harga dan distribusi, segmentasi, dan positioning telah mengglobal. Unsur-unsur
tertentu yang disesuaikan atau diterjemahkan untuk memenuhi perbedaan budaya. Jenis
strategi ini digunakan oleh perusahaan besar, dengan menerapkan kebutuhan dasar yang sama
antara pasar domestik dan pasar internasional.
2. Strategi
Produk Global
Perusahaan yang menggunakan strategi produk global telah mengglobalkan penawaran produk mereka. Ini berarti bahwa aspek-aspek kunci seperti kondisi penggunaan produk, fitur yang diharapkan, dan fungsi produk yang dibutuhkan, sebagian besar identik sehingga beberapa variasi atau perubahan yang diperlukan disesuaikan dengan global market.
Perusahaan yang menggunakan strategi produk global telah mengglobalkan penawaran produk mereka. Ini berarti bahwa aspek-aspek kunci seperti kondisi penggunaan produk, fitur yang diharapkan, dan fungsi produk yang dibutuhkan, sebagian besar identik sehingga beberapa variasi atau perubahan yang diperlukan disesuaikan dengan global market.
3. Strategi
Pemasaran Komposit Global
Dalam strategi ini, perusahaan menerapkan beberapa strategi global yang generik dan menjalankannya secara paralel. Ini berarti bahwa perusahaan mungkin mengikuti strategi merek global sekaligus menjalankan merek lokal di daerah tertentu.
Dalam strategi ini, perusahaan menerapkan beberapa strategi global yang generik dan menjalankannya secara paralel. Ini berarti bahwa perusahaan mungkin mengikuti strategi merek global sekaligus menjalankan merek lokal di daerah tertentu.
Kesimpulan dan Opini
Dalam implementasinya, bukanlah perkara sederhana ketika perusahaan diharuskan untuk menerapkan keenam hal penting sebelumnya. Dari pejelasan ini dapat dipahami bahwa pemasaran merupakan hal yang krusial dalam suatu perusahaan karena didalamnya terdapat upaya agar produk yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan tersebut dapat diterima dan mendapat hati di para konsumennya. Pada dasarnya poin-poin penentu dalam pemasaran oleh perusahaan yang bergerak dalam lingkup nasional dan internasional tidak memiliki banyak perbedaan. Variabel-variabel yang memperngaruhi antara lain adalah strategi pemasaran, penetapan harga, pemilihan jalur distribusi, merk dagang, promosi dan kebijakan produk. Namun perbedaannya terletak pada ruang lingkup sasaran konsumen serta distribusi yang lebih luas sehingga dibutuhkan divisi pemasaran yang berpikir secara strategis yang mampu untuk mengkoordinasikan perlakukan faktor-faktor penting diatas ke dalam suatu strategi yang harus secara nyata dihidupi oleh perusahaan tersebut.
Dalam implementasinya, bukanlah perkara sederhana ketika perusahaan diharuskan untuk menerapkan keenam hal penting sebelumnya. Dari pejelasan ini dapat dipahami bahwa pemasaran merupakan hal yang krusial dalam suatu perusahaan karena didalamnya terdapat upaya agar produk yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan tersebut dapat diterima dan mendapat hati di para konsumennya. Pada dasarnya poin-poin penentu dalam pemasaran oleh perusahaan yang bergerak dalam lingkup nasional dan internasional tidak memiliki banyak perbedaan. Variabel-variabel yang memperngaruhi antara lain adalah strategi pemasaran, penetapan harga, pemilihan jalur distribusi, merk dagang, promosi dan kebijakan produk. Namun perbedaannya terletak pada ruang lingkup sasaran konsumen serta distribusi yang lebih luas sehingga dibutuhkan divisi pemasaran yang berpikir secara strategis yang mampu untuk mengkoordinasikan perlakukan faktor-faktor penting diatas ke dalam suatu strategi yang harus secara nyata dihidupi oleh perusahaan tersebut.
Sumber: https://www.slideshare.net/asepsyaepullah/artikel-globalmarketing?from_action=save
2. TUGAS, APA ITU MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL?
a.
Pengertian Manajemen Pemasaran Global
Manajemen adalah suatu kegiatan yang meliputi
4P yaitu Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organitation), Pergerakan
(Actualing), Pengendalian (Controlling).
Pemasaran adalah Aktivitas yang dilakukan oleh
Produsen untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam perkembangan zaman produsen
pada saat ini juga harus dapat menyusun strategi untuk menghadapi persaingan.
Global adalah disiplin ilmu yang Universal dan mendunia.
Dari pengertian diatas dapat diartikan Manajemen
Pemasaran global adalah Manajemen yang menyesuaikan Konsep pemasaran global
untuk diterapkan pada produk atau bisnis tertentu. Pemasaran global harus
mempunyai kemampuan untuk berfikir secara global dan bertindak secara lokal
maksudnya kita memasarkan sebuah produk kita dengan menjangkau beberapa negara,
kita harus tau bahwa setiap negara itu unik dan bervariasi atau pemasarannya
berbeda-beda dari pasar dinegara satu dengan yang lainnya. Pemasaran Global
tidak berarti setiap produk harus masuk di setiap negara didunia. Tergantung
pada sumber daya Manusianya apakah sudah mencakupi atau tidak?, Memiliki
pemikiran manjerial, dan adanya peluang dan ancaman.
Konsep Pemasaran berkembang dari 4P menjadi 6P
yaitu Place (tempat), Price (Harga), Product (produk), Promotion (Promosi),
Policy of Government (kebijakan pemerintah), Public Opinion (pendapat
masyarakat). 3 Prinsip Pemasaran yaitu Nilai Pelanggan dan Persamaan
nilai,keunggulan kompetitif atau deferensial dan Fokus pada kebutuhan dan
keinginan pelanggan. Orientasi Manajemen terdiri dari 3 sifat yaitu
Etnosentris, Polisentris, Regiosentris, dan Geosentris. Tujuan Mempelajari
Manajemen Pemasaran Global karena Manajemen Pemasaran global dapat membantu
suatu perusahaan untuk memperkenalkan produk perusahaan kesemua orang didalam
negeri maupun luar negeri.
3. CONTOH KASUS DAN SOLUSINYA
STUDI KASUS SAMSUNG
A. LATAR BELAKANG SAMSUNG
Sebelum tahun 1997, Samsung lebih dikenal dengan reputasinya sebagai
perusahan pembuat peralatan elektronik dengan produk-produk low-end. Perusahaan
tersebut hanya dikenal sebagai imitator, bukan innovator karena memang tidak
melakukan inosai-inovasi produk pada saat itu. Produk-produk kompetitif
berdasar pada low cost yang direfleksikan dengan tenaga kerja yang murah.
Samsung belum mempunyai brand value dan belum memiliki pasar internasional.
Strategi yang dilakukannya pada saat itu adalah cost/ price leadership.
Ketika terjadi krisis ekonomi di Asia, Samsung mengalami
kerugian yang besar, namun dia dapat merespon dengan sangat baik. Ia
mengembangkan turnaround strategy, meskipun masih membawa kebudayaan tua
Korea Inc yang tidak fleksibel. Samsung memperbaiki kualitas dan melakukan
inovasi-inovasi produk.
Samsung berfokus pada pasar-pasar tertentu, ia memilih fokus
pada pasar dengan permintaan terbesar, pasar Amerika yang perkembangannya
tinggi, juga pada pasar yang pertumbuhannya cepat, yaitu China.
Yun Jong Yong, CEO Samsung, menggunakan cara tradisional
untuk memperbaiki keadaan ekonomi Samsung pada saat itu. Ia memotong 30% biaya
dalam 5 bulan. Untuk itu ia memberhentikan 30.000 dari 70.000 karyawan. Dan
Juga membuang unit-unit yang tidak bermanfaat. Prestasi terbesar Yun adalah
perubahan ke arah corporate culture.
Samsung kemudian berkembang menjadi perusahaan berskala
internasional. Dimulai dari menyewa staf yang berpendidikan Amerika atau
berpengalaman secara signifikan di USA. Tiga warga yang bukan berasal dari
Korea Selatan menjadi anggota komisi direktur. Warga asing memiliki 60% saham
dari grup. Perusahaan sekarang menghasilkan 70% dari pendapatannya di luar
Korea Selatan, manufaktur di 14 negara, termasuk China dan Meksiko.
Samsung juga mengadakan partnership dengan American. Pada
awal tahun 1997, Samsung hampir tidak berbisnis mobile phones di luar Korea
Selatan, tapi kemudian setelah mengadakan partnership, Samsung memperoleh
pesanan 1.8 juta handsets senilai $600 juta dari Sprint PCS Group. Reputasi
Samsung sekarang adalah high-end mobile handsets dan berkembang sebagai
supplier pada industri ini.
Setelah mengadakan partnership dengan beberapa perusahaan
ternama seperti Best Buy, Radio Shack, dan Circuit City, Samsunglebih sukses
dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2001 Samsung menjual produk-produk
senilai $500, dan menargetkan penjualan $1 miliyar di tahun 2002. penjualan
terbaiknya adalah DVD/VCR player dan mobile phone dan juga PDA.
Salah satu kunci sukses Samsung terletak pada desain.
Teknologi dan desain pada Samsung sangat baik. Samsung memiliki 300 desainer
bertalenta di Seoul dan empat kamtor desain di USA, Eropa, dan Jepang.
Penekanan produknya adalah pada gaya, best practice, simple, dan respon yang
cepat pada perubahan-perubahan pasar.
Sebelum tahun 1997, Samsung lebih dikenal dengan reputasinya
sebagai perusahan pembuat peralatan elektronik dengan produk-produk low-end.
Perusahaan tersebut hanya dikenal sebagai imitator, bukan innovator karena
memang tidak melakukan inosai-inovasi produk pada saat itu. Produk-produk
kompetitif berdasar pada low cost yang direfleksikan dengan tenaga kerja yang
murah. Samsung belum mempunyai brand value dan belum memiliki pasar
internasional. Strategi yang dilakukannya pada saat itu adalah cost/ price
leadership.
Ketika terjadi krisis ekonomi di Asia, Samsung mengalami
kerugian yang besar, namun dia dapat merespon dengan sangat baik. Ia
mengembangkan turnaround strategy, meskipun masih membawa kebudayaan tua
Korea Inc yang tidak fleksibel. Samsung memperbaiki kualitas dan melakukan
inovasi-inovasi produk.
Samsung berfokus pada pasar-pasar tertentu, ia memilih fokus
pada pasar dengan permintaan terbesar, pasar Amerika yang perkembangannya
tinggi, juga pada pasar yang pertumbuhannya cepat, yaitu China.
Yun Jong Yong, CEO Samsung, menggunakan cara tradisional
untuk memperbaiki keadaan ekonomi Samsung pada saat itu. Ia memotong 30% biaya
dalam 5 bulan. Untuk itu ia memberhentikan 30.000 dari 70.000 karyawan. Dan
Juga membuang unit-unit yang tidak bermanfaat. Prestasi terbesar Yun adalah
perubahan ke arah corporate culture.
Samsung kemudian berkembang menjadi perusahaan berskala
internasional. Dimulai dari menyewa staf yang berpendidikan Amerika atau
berpengalaman secara signifikan di USA. Tiga warga yang bukan berasal dari
Korea Selatan menjadi anggota komisi direktur. Warga asing memiliki 60% saham
dari grup. Perusahaan sekarang menghasilkan 70% dari pendapatannya di luar
Korea Selatan, manufaktur di 14 negara, termasuk China dan Meksiko.
Samsung juga mengadakan partnership dengan American. Pada
awal tahun 1997, Samsung hampir tidak berbisnis mobile phones di luar Korea
Selatan, tapi kemudian setelah mengadakan partnership, Samsung memperoleh
pesanan 1.8 juta handsets senilai $600 juta dari Sprint PCS Group. Reputasi
Samsung sekarang adalah high-end mobile handsets dan berkembang sebagai
supplier pada industri ini.
Setelah mengadakan partnership dengan beberapa perusahaan
ternama seperti Best Buy, Radio Shack, dan Circuit City, Samsunglebih sukses
dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2001 Samsung menjual produk-produk
senilai $500, dan menargetkan penjualan $1 miliyar di tahun 2002. penjualan
terbaiknya adalah DVD/VCR player dan mobile phone dan juga PDA.
Salah satu kunci sukses Samsung terletak pada desain.
Teknologi dan desain pada Samsung sangat baik. Samsung memiliki 300 desainer
bertalenta di Seoul dan empat kamtor desain di USA, Eropa, dan Jepang.
Penekanan produknya adalah pada gaya, best practice, simple, dan respon yang
cepat pada perubahan-perubahan pasar.
B.
VISI, MISI, DAN TUJUAN SAMSUNG
1. Visi dari Samsung Electronics adalah menjadi pemimpin
pergerakan konvergensi digital. Samsung meyakini bahwa melalui inovasi
teknologi saat ini, mereka akan menemukan solusi yang diperlukan untuk
menghadapi tantangan hari esok. Teknologi membuka kesempatan bagi bisnis untuk
tumbuh, bagi warga negara di pasar yang sedang berkembang untuk hidup sejahtera
dengan memasuki tahap ekonomi digital, dan agar masyarakat dapat menemukan
peluang baru.
2. Misi
Misi dari Samsung Electronics adalah menjadi “digital-εCompany” yang terbaik.
· Digital :
menciptakan produk dan layanan teknologi yang memimpin industri.
· ε
: menempatkan manajemen dan
proses produksi yang paling efisien.
o Company (perusahaan): mempertahankan fokus
yang mantap untuk memperkuat organisasi demi terus menjadi pemimpin teknologi
global dan perusahaan yang terpercaya dan bertanggung jawab.
3. Tujuan
Tujuan dari Samsung Electronics adalah mengembangkan teknologi yang inovatif
dan proses efisien yang menciptakan pasar baru, memperkaya hidup semua orang,
dan terus menjadikan Samsung sebagai pemimpin digital yang terpercaya.
pada gaya manajemennya yang tidak fleksibel.
4. Solusi
Penulis memberikan saran sebagai berikut :
- Terus-menerus melakukan inovasi produk karena teknologi
selalu berkembang dan tuntutan konsumen yang semakin tinggi.
- Mengembangkan atau berinvestasi yang besar pada R n D dalam rangka
pengembangan produk baru dan efisiensi produk.
- Menciptakan produk-produk baru dengan harga yang kompetitif.
- Tidak terlalu memberi tekanan kepada karyawannya agar mereka dapat lebih
berfikir kreatif dan juga dapat meningkatkan kesetiaan pada perusahaan.
- Merekrut orang-orang yang berkompeten dari negara lain dengan
opini beragam dan ide-ide kreatif.