Sabtu, 27 Oktober 2018

Manajemen Pemasaran Global II


1. Artikel Produk Industri Perusahaan Tbk

ACE Hardware Indonesia
PT ACE Hardware Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan ritel yang bergerak dalam bidang perlengkapan rumah dan produk gaya hidup. Pada akhir 2016, perusahaan ini mengelola jaringan dari 129 toko ritel di 34 kota besar di Indonesia. Dengan total area lantai toko yang lebih luas dari 336.000 meter persegi, ACE Hardware adalah salah satu jaringan modern terbesar dari bisnis ritel perlengkapan rumah dan gaya hidup di Indonesia. ACE Hardware Indonesia adalah pemegang waralaba (franchise) merek ACE Hardware (ditunjuk oleh ACE Hardware Corporation yang berbasis di AS).

RINGKASAN BISNIS
Ace Hardware Indonesia menjual lebih dari 80.000 produk. Produk-produk ini dikategorikan dalam tiga segmen utama:
• Perlengkapan rumah
• Gaya hidup
• Mainan
Pada tahun 2010, ACE Hardware Indonesia memperkenalkan konsep ritel 'Toys Kingdom' di Indonesia. Outlet-outlet Toys Kingdom adalah toko-toko mainan yang tidak hanya ditujukan untuk anak-anak tapi juga untuk pasaran dewasa dan remaja melalui koleksi yang bervariasi dari barang-barang koleksi, permainan keluarga dan produk-produk untuk bayi (termasuk merek-merek kelas dunia). Pada akhir tahun 2016, perusahaan ini memiliki 26 toko Toys Kingdom di 11 kota di Indonesia.
ACE Hardware telah membukukan perkembangan yang solid dalam beberapa tahun terakhir karena bisnis ritel Indonesia terus berkembang berkat fundamen makroekonomi yang cukup kuat: Indonesia memiliki populasi yang besar dengan daya beli yang terus meningkat tinggi. Salah satu karakteristik perekonomian Indonesia adalah konsumsi rumah tangga merupakan pendorong utama pertumbuhan ekononomi, mencakup sekitar 55% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Hal penting lainnya untuk ACE Hardware adalah pertumbuhan ini juga memberikan dorongan pada sektor properti dan real estate yang sedang meningkat pesat, dan karenanya pembeli membutuhkan lebih banyak peralatan rumah tangga.
Strategi utama perusahaan ini untuk ekspansi bisnis adalah membuka toko-toko baru di Indonesia. Lewat www.ruparupa.com (anak perusahaan dari Kawan Lama Sejahtera) ACE Hardware menyediakan fasilitas online shopping untuk para konsumen. Ruparupa memungkinkan pelanggan untuk memesan produk secara online dan mengambilnya di toko ACE Hardware terdekat.

Link : https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/profil-perusahaan/ace-hardware-  indonesia/item467?

2. Bagaimana Perkembangan Produk Industri di Indonesia dan Contoh Kasus

Sektor properti, makanan dan minuman (mamin), tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alat angkutan (otomotif) menjadi sektor andalan pendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini. Selain menyerap banyak tenaga kerja, keempat sektor tersebut berperan langsung sebagai lokomotif bagi industri-industri ikutannya.
Jika sektor properti, mamin, TPT, dan otomotif tumbuh pesat, target pertumbuhan ekonomi domestik pada 2018 sebesar 5,4% bisa dicapai. Pada kuartal I-2018, pertumbuhan ekonomi nasional hanya mencapai 5,06%. Industri properti dapat diandalkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena industri ini terkait dengan 174 industri manufaktur ikutannya dan menyerap tenaga kerja cukup besar. Relaksasi aturan rasio uang muka atau loan to value (LTV) dan financing to value (FTV) bagi kredit properti yang digulirkan Bank Indonesia (BI) diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor properti berkisar 5-6% pada 2018.
Sementara itu, industri mamin berkontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) manufaktur pada kuartal I-2018, yakni sebesar 35,39%, diikuti alat angkut 10,27%, barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik 9,87%, kimia, farmasi dan obat tradisional 8,89%, serta tekstil dan pakaian jadi 6,33%. Secara keseluruhan, kontribusi manufaktur terhadap PDB nasional mencapai 17,95%, tertinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mematok target pertumbuhan industri pengolahan nonmigas (manufaktur) tahun ini sebesar 5,67%. Pada kuartal I-2018, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,03%, lebih tinggi dari periode sama 2017 sebesar 4,8%. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98%, mamin 12,7%, logam dasar 9,94%, industri tekstil dan pakaian jadi 7,53%, serta industri alat angkut (transportasi) sebesar 6,33%.

Link : http://id.beritasatu.com/home/empat-sektor-industri-dongkrak-ekonomi-2018/177846

CONTOH KASUS
A. Latar Belakang Indomie     
Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuatkosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal jugauntuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie. Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. "Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini," kata Ketua KomisiIX DPR, Ribka Tjiptaning, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). KomisiIX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandungdi dalam produk Indomie.  A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung didalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%.Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lainkecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker. Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu,gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.

B. Pembahasan Masalah      
Indofood merupakan salah satu perusahaan global asal Indonesia yang produk-produknya banyak di ekspor ke negara-negara lain. Salah satunya adalah produk mi instan Indomie. Di Taiwan sendiri, persaingan bisnis mi instant sangatlah ketat, disamping produk-produk mi instant dari negara lain, produk mi instant asal Taiwan pun banyak membanjiri pasar dalam negeri Taiwan. Harga yang ditwarkan oleh Indomie sekitar Rp1500, tidak jauh berbeda dari harga indomie di Indonesia, sedangkan mi instan asal Taiwan dijual dengan harga mencapai Rp 5000 per bungkusnya. Disamping harga yang murah, indomie juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk mi instan asal Taiwan, yaitu memiliki berbagai varian rasa yang ditawarkan kepada konsumen. Dan juga banyak TKI/W asal Indonesia yang menjadi konsumen favorit dari produk Indomie selain karena harganya yang murah juga mereka sudah familiar dengan produk Indomie. Tentu saja hal itu menjadi batu sandungan bagi produk mi instan asal Taiwan, produk mereka menjadi kurang diminati karena harganya yang mahal. Sehingga disinyalir pihak perindustrian Taiwan mengklain telah melakukan penelitian terhadap produk Indomie, dan menyatakan bahwa produk tersebut tidak layak konsumsi karena mengandung beberapa bahan kimia yang dapat membahayakan bagi kesehatan.
Hal tersebut sontak dibantah oleh pihak PT. Indofood selaku produsen Indomie. Mereka menyatakan bahwa produk mereka telah lolos uji laboratorium dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyatakan bahwa produk indomie telah diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Dengan melalui tahap-tahap serangkaian tes baik itu badan kesehatan nasional maupun internasional yang sudah memiliki standarisasi tersendiri terhadap penggunaan bahan kimia dalam makanan, indomie dinyatakan lulus uji kelayakan untuk dikonsumsi.
Dari fakta tersebut, disinyalir penarikan produk Indomie dari pasar dalam negeri Taiwan disinyalir karena persaingan bisnis semata, yang mereka anggap merugikan produsen lokal.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa tidak sedari dulu produk indomie dibahas oleh pemerintah Taiwan, atau pemerintah melarang produk Indomie masuk pasar Taiwan?. Melainkan mengklaim produk Indomie berbahaya untuk dikonsumsi pada saat produk tersebut sudah menjadi produk yang diminati di Taiwan. Dari kasus tersebut dapat dilihat bahwa ada persainag bisnis yang telah melanggar etika dalam berbisnis.

C. Kesimpulan           
Dari kasus indomie di Taiwan dapat dilihat sebagai contoh kasus dalam etika bisnis. Dimana terjadi kasus yang merugikan pihak perindustrian Taiwan yang produknya kalah bersaing dengan produk dari negara lain, salah satunya adalah Indomie yang berasal dari Indonesia. Taiwan berusaha menghentikan pergerakan produk Indomie di Taiwan, tetapi dengan cara yang berdampak buruk bagi perdagangan Global.

D. Saran         
Saran bagi pihak perindustrian Taiwan agar tidah serta merta menyatakan bahwa produkindomie berbahaya untuk dikonsumsi, apabila ingin melindungi produsen dalam negeri,pemerintah bisa membuat perjanjian dan kesepakatan yang lebih ketat sebelum prosesekspor-impor dilakukan. Karena kasus tersebut berdampak besar bagi produk Indomie yangtelah dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun warga negara lain yang negaranya memperdagangkan Indomie asal Indonesia. 

Link : http://vickyanggraini18.blogspot.com/2014/10/etika-bisnis-pada-pt-indofood.html