Kebudayaan
Jawa Tengah
Jatilan / Kuda Lumping
Jatilan
atau kuda lumping adalah sebuah kesenian yang menggabungkan antara unsur
gerakan tari dengan magis. Jatilan atau kuda lumping ini dimainkan dengan
beberapa properti yaitu berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu
atau kepang dan sebuah pecutan untuk melengkapinya. Tarian ini apabila
dibayangkan seperti seseorang menaiki kuda dan berjalan. Kesenian yang juga
sering disebut dengan nama jaran kepang yang dalam bahasa Indonesia adalah kuda
kepang, kata-kata jaran kepang banyak ditemukan didaerah Jawa.
Dalam
kesenian jatilan ini alat-alat musik yang dipakai untuk melengkapi cukup
sederhana yaitu gamelan, drum, kendang, kenong, gong, dan slompret atau
seruling dengan bunyi melengking. Lagu-lagu yang dibawakan dalam kesenian
jatilan ini biasanya memiliki makna bahwa kita sebagai manusia senantiasa
melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta, namun tak jarang
juga ada yang membawakan lagu lain.
Terdapat
juga seorang pawang roh yaitu orang yang bisa mengendalikan roh-roh halus yang
merasuki para penari. Pawang dalam setiap pertunjukan jatilan ini adalah orang
yang paling penting karena berperan sebagai pengendali sekaligus pengatur
lancarnya pertunjukan dan menjamin keselamatan para pemainnya. Tugas lain dari
pawang adalah menyadarkan atau mengeluarkan roh halus yang merasuki penari jika
dirasa sudah cukup lama atau roh yang merasukinya telah menjadi sulit untuk
dikendalikan.
Selain
mengandung unsur hiburan dan religi, kesenian tradisional jatilan ini
seringkali juga mengandung unsur ritual karena sebelum pagelaran dimulai,
biasanya seorang pawang atau dukun melakukan suatu ritual yang intinya memohon
ijin pada yang menguasai tempat tersebut yang biasanya ditempat terbuka supaya
tidak menggangu jalannya pagelaran dan demi keselamatan para penarinya.
Dalam
pertunjukan jatilan juga disediakan beberapa jenis sesaji antara lain pisang
raja satu tangkep, jajanan pasar yang berupa makanan-makanan tradisional,
tumpeng robyong yaitu tumpeng robyong yang dihias dengan kubis, dawet, beraneka
macam kembang, dupa Cina dan menyan, ingkung klubuk (ayam hidup) yang digunakan
sebagai sarana pemanggilan makhluk halus dan lain-lain.
Sumber : http://budaya-indonesia-sekarang.blogspot.co.id/2010/10/kesenian-jathilan.html
Foto : https://sigoese.files.wordpress.com/2012/10/jatilan-01.jpg?w=620&h=416
Tidak ada komentar:
Posting Komentar